WeTV Original Hadirkan Serial Tante Sonya, Angkat Isu Kebebasan Perempuan dan Cinta Beda Usia
WeTV Original Hadirkan Serial Tante Sonya, Angkat Isu Kebebasan Perempuan dan Cinta Beda Usia
Mengangkat kisah romansa dengan perbedaan usia, Tante Sonya turut mengeksplorasi isu kebebasan perempuan dalam menentukan pilihan hidup, stigma sosial, relasi kuasa di lingkungan kerja, hingga intrik politik kantor.
Serial ini dibintangi oleh Raihaanun, Maxime Bouttier, Hamish Daud, Dinda Kirana, dan Sarah Felicia. Cerita berpusat pada Sonya (Raihaanun), seorang perempuan karier berusia 42 tahun yang kehidupannya kembali berubah setelah bertemu Ben (Maxime Bouttier), pria berusia 28 tahun yang kini menjadi bawahannya di Dermawan Group.
Setelah delapan tahun terpisah, pertemuan keduanya kembali menyalakan perasaan lama. Namun, hubungan tersebut tidak berjalan sederhana. Selain terpaut usia 14 tahun, Sonya dan Ben juga harus menghadapi batas profesional antara atasan dan bawahan, persaingan di lingkungan kerja, serta berbagai intrik yang berkembang di Dermawan Group.
Sutradara Surya Ardy Octaviand mengatakan bahwa Tante Sonya tidak hanya menghadirkan kisah romansa, tetapi juga membawa pesan mengenai kebebasan perempuan dalam menentukan jalan hidupnya.
“Perempuan mempunyai kebebasan untuk memilih. Baik dalam berkarier, memutuskan untuk menikah atau tidak. Culture saat ini membuat perempuan boleh memilih,” ujar Surya.
Melalui karakter Sonya, serial ini menggambarkan sosok perempuan yang berani menentukan pilihan hidupnya sendiri sekaligus mematahkan anggapan negatif terhadap perempuan yang memilih fokus pada karier atau belum menikah.
Sementara itu, Executive Producer & Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, menjelaskan bahwa tema hubungan beda usia diangkat karena cinta tidak mengenal batas usia. Menurutnya, inti cerita Tante Sonya bukan semata-mata mengenai romansa, melainkan keberanian seorang perempuan untuk kembali menemukan kebahagiaannya.
Konflik semakin berkembang dengan kehadiran karakter-karakter di lingkungan keluarga dan perusahaan Dermawan Group. Hamish Daud dan Dinda Kirana turut memperkuat dinamika cerita melalui persaingan ambisi dan perebutan pengaruh yang menjadi bagian penting dalam perjalanan para karakter.
Sementara itu, Sarah Felicia berperan sebagai Lidya, mantan kekasih Ben yang digambarkan manipulatif dan obsesif. Kehadiran Lidya menjadi pemicu konflik yang menguji hubungan Sonya dan Ben. Masa lalu yang kembali muncul perlahan berkembang menjadi ancaman bagi hubungan sekaligus reputasi keduanya.
Naskah Tante Sonya juga memperluas konflik personal para karakter dengan mengangkat berbagai persoalan, mulai dari persahabatan, rahasia keluarga, krisis identitas, hingga tekanan yang dihadapi para profesional di lingkungan kerja.
Sebagai lawan main Raihaanun, Maxime Bouttier turut membagikan pengalamannya dalam menghidupkan karakter Ben. Menurutnya, chemistry antarpemain terasa natural karena hubungan pertemanan yang telah terjalin di antara mereka. Namun, tantangan terbesar dalam memerankan Ben adalah membangun keseimbangan antara relasi profesional dan perasaan personalnya terhadap Sonya.
“Membangun chemistry di serial ini terasa sangat natural karena kami semua berteman baik. Namun, dari segi akting, tantangan terbesar bagi Ben adalah bagaimana ia memposisikan diri di tengah rumitnya relasi profesional dengan atasannya dan perasaan personal yang ia miliki,” jelas Maxime.
Dengan memadukan romansa emosional, konflik keluarga, persaingan profesional, serta perebutan kekuasaan, Tante Sonya hadir sebagai drama yang turut menyoroti isu integritas kerja, skandal publik, dan tekanan sosial terhadap pilihan hidup perempuan.
Kolaborasi Rapi Films dalam menghadirkan drama berkualitas dengan jangkauan distribusi global WeTV diharapkan dapat memberikan warna baru bagi lanskap konten digital lokal.
WeTV Original Tante Sonya akan tayang secara eksklusif di platform WeTV mulai 4 September 2026.


Komentar
Posting Komentar