Adaptasi Film Korea, "Dua Nafas" Sentuh Hati Penonton dengan Kisah Kasih Sayang Keluarga Anatara Nenek dan Cucu

Adaptasi Film Korea, "Dua Nafas" Sentuh Hati Penonton dengan Kisah Kasih Sayang Keluarga Anatara Nenek dan Cucu

JAKARTA 19 JUNI 2026- Gelombang Korean Wave atau Hallyu yang terus berkembang di Indonesia tidak hanya ditandai oleh popularitas grup K-Pop seperti BTS, BLACKPINK, NCT, dan EXO. Industri perfilman Korea Selatan juga berhasil menancapkan pengaruh kuat di pasar Indonesia melalui berbagai film yang sukses menarik jutaan penonton.


Film-film seperti Parasite, Train to Busan, Exhuma, hingga The Moon menjadi bukti bagaimana karya perfilman Korea mampu diterima lintas budaya. Sementara itu, drama Korea terus menjadi tontonan favorit masyarakat Indonesia dan membangun kedekatan emosional dengan penontonnya.

Fenomena tersebut menjadi salah satu alasan yang melatarbelakangi kolaborasi sineas Korea Selatan dan Indonesia dalam memproduksi film Dua Nafas, sebuah drama keluarga yang mengangkat tema kasih sayang, pengorbanan, dan hubungan emosional antara nenek dan cucu.

Produser Park Joung-Kuk mengakui bahwa besarnya penerimaan masyarakat Indonesia terhadap produk hiburan Korea menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penggarapan film tersebut.

"Tidak bisa dipungkiri industri entertainment Korea menjadi hiburan yang diterima oleh masyarakat Indonesia. Musik Korea maupun film dan drama Korea mendapatkan sambutan luar biasa. Realitas itulah yang mendorong kami untuk berani bekerja sama dengan sineas Indonesia dalam memproduksi Dua Nafas. Kami yakin film ini akan menjadi sesuatu yang berbeda dan diterima dengan antusias oleh penonton Indonesia," ujar Park dalam konferensi pers.

Sementara itu, Eksekutif Produser Kwon Dae-Hyung menjelaskan bahwa pemilihan cerita yang diadaptasi dari karya Korea didasarkan pada kesamaan nilai budaya antara masyarakat Korea dan Indonesia.

"Sejatinya seni, budaya, dan karakteristik masyarakat Korea dan Indonesia memiliki banyak kesamaan. Kedua masyarakat sangat menghormati orang tua, terutama sosok nenek dalam keluarga. Karena itulah cerita ini terasa dekat dan mudah diterima oleh masyarakat kedua negara," kata Kwon.

Menurutnya, tema keluarga yang menjadi ruh utama Dua Nafas bersifat universal sehingga mampu menjangkau penonton dari berbagai latar belakang budaya.

Kisah Pengorbanan yang Menyentuh Hati Film Dua Nafas mengangkat kisah Anto, seorang anak yang harus meninggalkan kenyamanan hidup di Jakarta dan tinggal bersama neneknya, Mariyam, di sebuah desa terpencil.

Semua bermula ketika sang ibu, Wati, terpaksa menitipkan Anto kepada Mariyam demi masa depan putranya. Keputusan tersebut bukan pilihan mudah, namun keadaan memaksanya mengambil langkah itu.

Kolaborasi Sineas Indonesia dan Korea

Film berdurasi sekitar 93 menit ini disutradarai oleh Hasto Broto dengan dukungan kolaborasi kreatif antara Indonesia dan Korea Selatan.

Selain menjadi produser, Park Joung-Kuk juga terlibat aktif dalam pengembangan proyek bersama Syakir Daulay yang turut duduk sebagai produser.

Skenario film ditulis oleh Jo Hyeon Suk dan Exan Zen, yang meramu kisah sederhana namun sarat emosi mengenai keluarga dan pengorbanan.

Park Joung-Kuk berharap film ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memberikan warna baru bagi perfilman nasional.

"Dengan kerendahan hati yang paling dalam, kami memohon doa dan dukungan

rekan-rekan jurnalis agar film ini dapat menjadi bagian dari khazanah indah perfilman Indonesia dan ikut menyegarkan industri film nasional," ujarnya.

rekan-rekan jurnalis agar film ini dapat menjadi bagian dari khazanah indah perfilman Indonesia dan ikut menyegarkan industri film nasional," ujarnya.

la juga berharap nilai-nilai keluarga yang diangkat dalam film ini dapat menyentuh hati penonton Indonesia. "Kisah cinta dan kasih sayang antara nenek dan cucu adalah cerita yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Kami berharap penonton dapat menemukan kenangan, kerinduan, dan kehangatan keluarga mereka sendiri dalam film ini," tuturnya.

Film ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi budaya Indonesia dan Korea Selatan yang tidak hanya mengandalkan popularitas Hallyu, tetapi juga mengangkat nilai-nilai universal tentang keluarga,

pengorbanan, dan cinta yang melampaui batas negara maupun generasi.

Film Dua Nafas dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026.

Data Produksi Film Dua Nafas

Produser

Park Joung-Kuk

Syakir Daulay

Eksekutif Produser

Kwon Dae-Hyung

Sutradara

Hasto Broto

Penulis Skenario

Jo Hyeon Suk

Exan Zen

Art Director

Afriyas SK

Sound Recordist

Zavier Mulia Harimurti

Editor

Elang Tinangon

Scoring Music

Anwar Faudzi

Director of Photography

Asep

Pemeran

Aty Cancer

Adelia Rasya

Auzan Noh Karepesina

Mantra Gurindam Smaratungga

Bilqis Hafsa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAYANG 30 OKTOBER 2025, FILM BADIK: DRAMA AKSI TENTANG HARGA DIRI, CINTA, DAN KELUARGA BERBASIS BUDAYA

MAXStream TV dan iQIYI Hadirkan Bunga di Tepi Jurang, Perkaya Pilihan Hiburan Digital dengan Kisah yang Dekat dengan Kehidupan Masyarakat

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Hadir dalam Format IMAX! Membawa Kisah Eksorsisme dengan Pengalaman Menonton yang Imersif, Meneror dan Emosional di Layar Besar